BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial
🕌 JADWAL SHOLAT HARI INI: Subuh 04:30 | Dzuhur 12:00 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:00 | Isya 19:15 WIB || ☀️ CUACA HARI INI: Cerah Berawan, Suhu 28°C || 💰 HARGA EMAS HARI INI: Rp 1.250.000 per gram || 🕌 JADWAL SHOLAT BESOK: Subuh 04:31 | Dzuhur 12:00 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:00 | Isya 19:16 WIB || 🌧️ CUACA BESOK: Hujan Ringan, Suhu 26°C || 💰 HARGA EMAS BESOK (PERKIRAAN): Rp 1.245.000 per gram
🏠 Berita>Update

Kasus Manipulasi Data di Bank SMBC Pangkalpinang Kamaksi Babel Minta Keadilan Bagi Nasabah


Pangkalpinang, Sumsel Pos - Kaukus Muda Anti Korupsi (Kamaksi) Babel hari ini mengangkat bicara terkait dugaan manipulasi data di Bank SMBC Pangkalpinang, yang melibatkan nasabah bernama Ibu Kamdjaya. Menurut Kamaksi, data pinjaman Ibu Kamdjaya tidak sesuai prosedur dan rincian transaksi tidak jelas, sehingga menimbulkan diduga kecurigaan bahwa ada upaya manipulasi data yang dilakukan oleh oknum bank.Pangkalpinang Jl.
Jendral Sudirman,Air Salemba,Kec.Gabek,Kota Pangkalpinang,Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (5/2/2025).

Kamaksi Babel mempertanyakan kepada Kepala Cabang Bank SMBC,Kota Pangkalpinang atas nama Fj, dan karyawan berinisial In, yang diduga terlibat dalam manipulasi data tersebut. "Kami mendesak klarifikasi dari Bank SMBC Kota Pangkalpinang terkait kasus ini. Nasabah memiliki hak untuk mengetahui informasi yang akurat tentang pinjaman mereka, dan kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan," kata Ahmad Ridwan, Ketua Kamaksi Babel.

Menurut Kamaksi, nasabah Ibu Kamdjaya telah melakukan pinjaman pada tahun 2015 dan 2016, yang seharusnya selesai pada tahun 2027. Namun, tanpa sepengetahuan nasabah, ada pinjaman baru yang muncul hingga tahun 2030, dengan jumlah yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. "Ini sangat mencurigakan dan kami tidak bisa menerima penjelasan bank yang tidak jelas. Kami mendesak Bank SMBC Kota Pangkalpinang untuk segera merilis pernyataan resmi dan memberikan klarifikasi atas tuduhan manipulasi data ini," tambah Ahmad Ridwan.

Kamaksi Babel juga menemukan dugaan  penandatanganan kertas kosong oleh Ibu Kamdjaya, yang semakin memperburuk situasi. "Kami tidak bisa membiarkan oknum bank yang melakukan manipulasi data dan merugikan nasabah. Kami akan terus memantau kasus ini dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keadilan bagi nasabah," kata Ahmad Ridwan.

Kamaksi Babel menyerukan kepada masyarakat untuk waspada dan memantau kasus ini, serta meminta kepada pihak berwajib untuk segera menginvestigasi dan mengambil tindakan yang tegas terhadap oknum bank yang terlibat dalam manipulasi data. "Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini terungkap dan keadilan ditegakkan," tutup Ahmad Ridwan.

*KRONOLOGI KASUS*

- Tahun 2015: Ibu Kamdjaya melakukan pinjaman di Bank SMBC Kota Pangkalpinang
- Tahun 2016: Ibu Kamdjaya melakukan pinjaman lagi di Bank SMBC Kota Pangkalpinang
- Tahun 2027: Pinjaman seharusnya selesai
- Tahun 2030: Pinjaman baru muncul tanpa sepengetahuan nasabah
- Sekarang: Kamaksi Babel mendesak klarifikasi dari Bank SMBC Pangkalpinang

Bukti-Bukti

- Dokumen pinjaman yang tidak sesuai prosedur
- Rincian transaksi yang tidak jelas
- Dugaan penandatanganan kertas kosong oleh Ibu Kamdjaya

LANGKAH-LANGKAH SELANJUTNYA

- Kamaksi Babel akan terus memantau kasus ini
- Kamaksi Babel akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keadilan bagi nasabah
- Pihak berwajib diminta untuk segera menginvestigasi dan mengambil tindakan yang tegas terhadap oknum bank yang terlibat dalam manipulasi data.

AR
Baca Juga
أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
SUMSELPOS
BERITA SUMATRA BAGIAN SELATAN