Muntok, Bangka Barat, Sumsel Pos — Denting jarum medis yang menusuk lengan para pendonor di Aula Paraduta, Rabu (28/1/2026), bukan sekadar prosedur kesehatan. Ia menjelma simbol keterhubungan antara negara, institusi militer dan denyut kemanusiaan masyarakat sipil. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Kodim 0431/Bangka Barat menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan lintas instansi dan elemen masyarakat, memperlihatkan wajah lain dari institusi pertahanan: hadir, peduli dan melayani.
Kegiatan yang diprakarsai Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LV Dim 0431/BB ini dihadiri jajaran pimpinan strategis daerah, mulai dari Dandim 0431/Babar Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P., unsur Forkopimda, hingga organisasi perangkat daerah, BUMN, relawan kemanusiaan dan tenaga kesehatan. Kehadiran lintas sektor ini mempertegas bahwa agenda donor darah bukan kegiatan seremonial belaka, melainkan bagian dari kerja sosial terstruktur yang menopang sistem kesehatan daerah.
Dalam sambutannya, Dandim 0431/Bangka Barat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-80 Persit KCK, sekaligus perwujudan nilai pengabdian TNI kepada rakyat.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-80 Persit KCK. Lebih dari itu, ini adalah wujud empati dan kepedulian sosial. Setetes darah yang kita berikan hari ini, bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” ujar Letkol Czi Fadil.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Data Palang Merah Indonesia (PMI) secara nasional menunjukkan bahwa kebutuhan darah ideal mencapai 2 persen dari total jumlah penduduk, sementara ketersediaan sering kali berada di bawah angka tersebut, terutama di daerah kepulauan seperti Bangka Belitung. Dalam konteks inilah, kegiatan donor darah menjadi intervensi nyata, bukan simbolik.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LV Dim 0431/BB, Ny. Saraswati Fadil, menempatkan kegiatan ini sebagai ekspresi kolektif perempuan TNI AD dalam merawat nilai kemanusiaan.
“Kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Persit Kartika Chandra Kirana bersama TNI Angkatan Darat kepada masyarakat. Kami ingin Persit tidak hanya hadir di balik barisan, tetapi juga di tengah denyut kebutuhan sosial,” ungkapnya.
Dalam perspektif kajian sosial, keterlibatan organisasi perempuan seperti Persit memiliki makna strategis. Literatur sosiologi militer mencatat bahwa organisasi pendamping TNI berperan sebagai jembatan soft power, yang memperhalus wajah institusi bersenjata melalui kerja-kerja sosial, kemanusiaan dan keluarga (lihat: Huntington, The Soldier and the State).
Kegiatan ini melibatkan unsur Polres Bangka Barat, Yonif 147/KGJ, Satpol PP, BPBD, Basarnas, PT Timah, Dishub, hingga tenaga medis dari PMI dan Puskesmas Mentok. Proses donor darah dilakukan sesuai standar medis dalam pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, skrining kesehatan, hingga pengambilan darah oleh tenaga profesional PMI Mentok.
Ketua PMI Bangka Barat, dr. Yovita, menyebut kegiatan seperti ini sangat membantu menjaga stabilitas stok darah.
“Kebutuhan darah bersifat dinamis dan tak bisa ditunda. Sinergi seperti ini sangat penting, karena negara tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan institusi dan masyarakat,” ujarnya.
Di balik suasana hangat dan humanis, kegiatan ini juga mencerminkan strategi pencitraan kinerja institusi yang terukur. Dalam teori komunikasi publik, aksi sosial berskala kolektif merupakan bagian dari institutional legitimacy building, yakni upaya membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata, bukan sekadar narasi (Habermas, Legitimation Crisis).
Kodim 0431/Bangka Barat, melalui momentum HUT Persit KCK, berhasil mengemas kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan publik, sekaligus memperkuat citra TNI AD sebagai institusi yang adaptif terhadap isu sosial dan kesehatan masyarakat.
Ketika kegiatan ditutup, Aula Paraduta tidak hanya meninggalkan kantong-kantong darah yang siap disalurkan PMI. Ia meninggalkan pesan simbolik bahwa di tengah kompleksitas tugas pertahanan dan keamanan, kemanusiaan tetap menjadi nadi utama pengabdian.
Donor darah ini menjadi bukti bahwa peringatan ulang tahun organisasi tidak harus berhenti pada baliho dan seremoni, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata yang berdampak langsung pada kehidupan orang lain.
Daftar Pustaka:
Huntington, S. P. (1957). The Soldier and the State: The Theory and Politics of Civil-Military Relations. Harvard University Press.
Habermas, J. (1975). Legitimation Crisis. Beacon Press.
Palang Merah Indonesia. (2023). Standar Kebutuhan dan Pengelolaan Darah Nasional. PMI Pusat.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Sumber Primer: Wawancara dan pernyataan resmi Dandim 0431/Bangka Barat dan Ketua Persit KCK Cab LV Dim 0431/BB, kegiatan donor darah HUT ke-80 Persit KCK, Aula Paraduta, 28 Januari 2026.
Sumber Sekunder: Dokumentasi Pendim 0431/Bangka Barat dan rilis kegiatan PMI Bangka Barat.

