BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Bangka Cetak Sejarah, Kukuhkan Tim Munaqisy LPPTKA BKPRMI Pertama di Indonesia

Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Sumsel Babel - LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bangka mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan orientasi, seleksi, sekaligus pengukuhan Tim Munaqisy LPPTKA BKPRMI. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Grha Maras Pemerintah Kabupaten Bangka, Sabtu (31/1/2026), dan dikukuhkan langsung oleh Direktur Nasional LPPTKA BKPRMI, Ustadz Gunawan HS.

Direktur Nasional LPPTKA BKPRMI, Ustadz Gunawan HS, mengapresiasi langkah progresif LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bangka dalam menindaklanjuti agenda strategis pusat. "Secara umum hasil orientasi dan seleksi ini cukup memuaskan. Saya percaya ustadz-ustadzah yang terpilih adalah yang terbaik. Hasil ini dapat diterapkan di TPA masing-masing," ujarnya.

Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bangka, Endang Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda baru dari LPPTKA-BKPRMI Pusat sebagai tindak lanjut Silaturahmi Nasional (Silaknas) Februari 2025. "Kabupaten Bangka menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakannya," ungkapnya.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bangka, Fahmi Andika Koprowi, menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan ikhtiar strategis untuk meningkatkan kualitas ustadz-ustadzah TPA binaan BKPRMI. "Diharapkan terbentuk Tim Munaqisy profesional untuk menguji santriwan-santriwati pada munaqosyah Februari 2026, mencakup bacaan Al-Qur'an, hafalan surat pendek, doa harian, ayat pilihan, hingga praktik sholat," jelasnya.

Fahmi menambahkan, BKPRMI Bangka terus mengupayakan peningkatan kualitas pengurus, ustadz-ustadzah, pemuda remaja masjid, serta santri melalui program pembinaan berkelanjutan. Pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan mutu pembinaan santri TK/TPA serta model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
Baca Juga
أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
SUMSELPOS
BERITA SUMATRA BAGIAN SELATAN