Bangka Barat, Sumsel Pos - Upaya pelestarian lingkungan kembali digaungkan dari kawasan bersejarah Pesanggrahan Menumbing, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Jumat pagi, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., turun langsung menanam pohon endemik Bangka, durian Namlung, sebagai simbol komitmen menjaga alam dan warisan sejarah daerah.Jumat 23 Januari 2026
Di tengah sorotan isu kerusakan lingkungan dan eksploitasi alam yang kerap mencuat di Bangka Belitung, langkah Kapolres ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga alam bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang harus dimulai dari para pemimpin.
“Hari ini saya berkesempatan menanam pohon di Pesanggrahan Menumbing. Kegiatan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, dengan memilih jenis pohon endemik durian Namlung,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha di sela kegiatan.
Tak berhenti pada seremoni, Kapolres Bangka Barat bahkan menyematkan harapan jangka panjang terhadap pohon yang ditanamnya. Ia menyampaikan keinginannya untuk kembali ke lokasi yang sama beberapa tahun ke depan, memastikan pohon tersebut tumbuh dan memberi manfaat.
“Semoga pohon ini kelak bermanfaat bagi masyarakat dan para pengunjung. Insyaallah, lima tahun lagi saya akan datang kembali ke sini untuk melihat perkembangannya,” ucapnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.15 WIB ini turut dihadiri jajaran Polres Bangka Barat serta unsur Pemerintah Daerah, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat.
Kehadiran lintas instansi ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kawasan wisata yang sarat nilai sejarah dan lingkungan.
Penanaman durian Namlung di Pesanggrahan Menumbing dinilai bukan sekadar aksi penghijauan, melainkan simbol perlawanan terhadap degradasi lingkungan. Di kawasan yang menjadi saksi sejarah nasional tersebut, pesan pelestarian alam digaungkan agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Sinergi antara Polres Bangka Barat dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan mampu menjadi contoh konkret bagi masyarakat, bahwa menjaga alam dan sejarah bukan pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

