(Pangkalpinang) ,sumselpos.web.id— Informasi dan peristiwa yang menghebohkan beredar luas di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, Kamis sore (22/1/2026). Peristiwa ini diduga melibatkan oknum dokter berinisial DL, yang diketahui menjabat sebagai Direktur RSUD Pangkalpinang, serta seorang oknum kontraktor berinisial S. Jum'at (23/1/2026).
Insiden tersebut disaksikan sejumlah pihak nakes dan pengunjung, dan memicu kegaduhan terbuka di area rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula dari kecurigaan dr KB, yang merupakan suami dari dokter DL. Saat itu, dr KB mendatangi sebuah ruang rawat inap tempat istrinya dirawat.
Namun, ruangan tersebut diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam, meskipun telah diketuk berulang kali tidak juga dibuka oleh istrinya.
Situasi kian memanas ketika dr KB kemudian memerintahkan petugas RSUD untuk mengambil kunci duplikat guna membuka pintu ruangan rawat tersebut.
Setelah pintu berhasil dibuka, di dalam ruangan diketahui terdapat dokter DL bersama seorang pria berinisial S, yang disebut-sebut sebagai oknum kontraktor.
Temuan tersebut diduga langsung memicu cekcok mulut antara dr KB dengan kedua pihak di dalam ruangan.
Adu argumen berlangsung cukup keras dan tidak berhenti di ruang perawatan. Keributan dilaporkan berlanjut hingga keluar ruangan, bahkan sampai ke area parkiran RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, sehingga menjadi perhatian pegawai rumah sakit, pasien, serta pengunjung yang berada di lokasi.
Sejumlah saksi menyebutkan, keributan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan sulit dihindari oleh publik yang sedang berada di lingkungan rumah sakit.
Peristiwa ini pun dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut dan menjadi pembicaraan hangat, baik di internal RSUD maupun di kalangan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari dokter DL, oknum kontraktor S, maupun dr BU terkait peristiwa yang terjadi. Meskipun konfirmasi sudah disampaikan oleh redaksi jejaring media KBO Babel.
Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh keterangan berimbang dan memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Thamrin belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden yang dinilai mencoreng citra pelayanan publik tersebut.
Sementara itu Walikota Pangkalpinang Prof Saparudin saat dikonfirmasi peristiwa tersebut tidak mengetahuinya.
"Saya tidak mendapat informasi terkait hal tersebut," jawabnya singkat.
Padahal, posisi dokter DL sebagai pimpinan RSUD Pangkalpinang menempatkan yang bersangkutan sebagai figur sentral dalam menjaga profesionalisme, etika, dan marwah institusi layanan kesehatan milik pemerintah daerah.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius dari publik mengenai pengawasan internal, standar etika pejabat publik, serta tata kelola rumah sakit daerah.
RSUD sebagai fasilitas layanan kesehatan seharusnya menjadi ruang yang steril dari konflik personal, apalagi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan terbuka dan meresahkan pasien.
Tidak sedikit pihak menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka persoalan ini tidak semata menyangkut urusan pribadi, tetapi juga beririsan dengan integritas jabatan dan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Pangkalpinang, khususnya di lingkungan Dinas Kesehatan.
Publik kini menanti langkah tegas dan transparan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Klarifikasi resmi, pemeriksaan internal, serta keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah spekulasi liar dan memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan profesional, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Redaksi akan terus berupaya mengonfirmasi seluruh pihak terkait dan menyajikan perkembangan terbaru sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik. (KBO Babel)

