PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan supervisi yang dilakukan Tim Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Grand Atyasa Ballroom Palembang, Rabu (24/6/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi SSDM Polri Kombes Pol Riyadi Nugroho, S.I.K., bersama tim supervisi Mabes Polri dan panitia daerah penerimaan terpadu Polda Sumsel.
Supervisi dilakukan untuk memastikan seluruh proses rekrutmen berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Melalui pengawasan yang berlapis, Polri berupaya menjamin setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.
Dalam pelaksanaannya, tim supervisi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi (rikmin), pemeriksaan kesehatan, verifikasi kelengkapan dokumen peserta, mekanisme penilaian, hingga sistem pengawasan internal yang diterapkan panitia daerah.
Selain pengawasan dari SSDM Polri, proses seleksi juga mendapat pengawasan internal dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumsel melalui fungsi Paminal dan Provost guna memastikan seluruh tahapan berlangsung sesuai prosedur serta bebas dari praktik kecurangan maupun penyimpangan.
Kepala Biro SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., menegaskan seluruh panitia daerah berkomitmen menjaga integritas proses seleksi agar menghasilkan calon anggota Polri yang benar-benar berkualitas.
“Kami memastikan seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Kehadiran tim supervisi dari SSDM Polri menjadi bagian penting untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, serta siap melayani masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, rekrutmen yang transparan dan akuntabel memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Melalui proses seleksi yang objektif, Polri dapat menghadirkan personel terbaik yang kelak menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam setiap tahapan penerimaan anggota Polri.
“Polda Sumsel berkomitmen menjaga integritas seluruh proses seleksi penerimaan anggota Polri. Rekrutmen yang bersih dan transparan merupakan langkah awal untuk menghadirkan personel Polri yang profesional, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” katanya.
Melalui supervisi yang dilakukan secara berkesinambungan, Polda Sumsel optimistis proses Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 akan menghasilkan generasi Bhayangkara yang unggul, berintegritas, serta mampu mendukung transformasi Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
(R01-R12-Red-BFN)
Tags:
Berita
