Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
News Memuat berita...

Raih PROPER Emas dan Green Leadership, MSP Tegaskan Komitmen Tambang Timah Berkelanjutan

Jakarta - PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan pertambangan timah di bawah naungan ARSARI Tambang, mencatatkan prestasi penting dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi MSP dalam menerapkan praktik pertambangan yang berkelanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, inovasi lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Penghargaan PROPER Emas diterima oleh Komisaris MSP Harwendro Adityo Dewanto, sementara penghargaan Green Leadership PROPER diberikan kepada Direktur Utama ARSARI Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER yang berlangsung di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada April 2026 lalu.

Pencapaian ini menempatkan MSP sebagai salah satu perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan melampaui standar kepatuhan dasar atau beyond compliance, Penilaian kepada perusahaan ini tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi yang bemanfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, mengatakan pencapaian PROPER Emas menjadi penegasan atas komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, terutama di kawasan sekitar operasional perusahaan.

Menurut Aryo, manfaat dari upaya tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya melalui kualitas udara yang semakin baik. Hal itu, kata dia, merupakan bagian dari langkah MSP dalam mendukung target net zero emission melalui pengurangan pencemaran udara maupun air.

“Dampak yang paling terasa bagi masyarakat adalah kualitas udara yang makin bersih. Ini bagian dari komitmen kami menuju net zero, yaitu memastikan operasional perusahaan tidak menimbulkan pencemaran udara dan air. Alhamdulillah, manfaatnya mulai dirasakan oleh warga di sekitar area operasional dan ke depan akan terus kami perkuat,” ujar Aryo.

Tidak berhenti pada capaian tersebut, MSP juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk meningkatkan performa lingkungan. Salah satu agenda strategis yang tengah disiapkan ialah pemanfaatan energi terbarukan secara penuh di fasilitas smelter milik perusahaan.

Aryo mengungkapkan, pihaknya menargetkan penggunaan 100 persen energi terbarukan di smelter pada tahun depan. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan dalam menekan emisi dan memperbaiki kualitas lingkungan secara menyeluruh.

“Insyaallah, tahun depan kami menargetkan seluruh kebutuhan energi smelter berasal dari renewable energy. Ini menjadi salah satu fokus kami dalam memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Lebih jauh, Aryo menegaskan bahwa standar keberlanjutan yang telah dicapai di sektor hilir tidak akan berhenti di sana. Perusahaan juga berupaya mendorong peningkatan kinerja lingkungan di sektor hulu, termasuk pada aktivitas pertambangan.

Saat ini, unit tambang MSP telah mengantongi PROPER Hijau. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan status tersebut menjadi PROPER Emas melalui berbagai inisiatif, di antaranya penggunaan alat berat rendah emisi hingga elektrifikasi proses produksi.

“Unit tambang kami saat ini sudah berada di level PROPER Hijau. Target kami berikutnya adalah membawa sektor hulu ini menuju PROPER Emas, termasuk dengan penerapan alat berat zero emission dan elektrifikasi pada seluruh rantai produksi,” jelasnya.

Aryo menekankan, fondasi utama dalam menjaga konsistensi capaian tersebut adalah integritas. Menurut dia, upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan MSP bukan semata demi mengejar penghargaan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami melakukan ini bukan sekadar untuk memperoleh penghargaan, tetapi karena kami memiliki komitmen untuk tidak mencemari lingkungan. Integritas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar, sekarang maupun di masa mendatang,” tegas Aryo.

Penghargaan yang diraih MSP sekaligus memperlihatkan bahwa perusahaan mampu menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan agenda keberlanjutan. Di sisi lain, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa operasional industri pertambangan dapat dijalankan secara bertanggung jawab, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

PT Mitra Stania Prima merupakan salah satu unit bisnis ARSARI Tambang yang bergerak di sektor pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih timah. Perusahaan beroperasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Sejak 2013, MSP menjalankan aktivitas penambangan di wilayah Mapur sekaligus mengembangkan fasilitas pengolahan dan pemurnian timah sebagai bagian dari rantai bisnis terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Perusahaan mengelola seluruh proses produksi, mulai dari penambangan hingga menghasilkan produk akhir yang siap dipasarkan.

Dalam pengolahan dan pemurnian timah, MSP mengoperasikan dua tungku listrik dan memproduksi ingot timah bermerek MSP yang telah terdaftar di London Metal Exchange (LME). Pencatatan di bursa logam internasional tersebut menjadi salah satu indikator bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas global.

Transformasi Energi dan Inovasi Teknologi
Pencapaian PROPER Emas yang diraih MSP tidak terlepas dari berbagai program ekoinovasi yang dijalankan perusahaan, yaitu transformasi penggunaan energi yang lebih bersih dan rendah emisi.

MSP melakukan transisi dari penggunaan bahan bakar solar atau diesel ke listrik berbasis Renewable Energy Certificate (REC) PLN. Perusahaan juga memanfaatkan green electricity furnace dalam proses pengolahan timah untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Selain itu, MSP juga melakukan konversi teknologi dari tanur pantul ke tanur listrik, mengganti fuel burner berbahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta mengoptimalkan penggunaan overhead crane guna mengurangi ketergantungan terhadap forklift berbahan bakar konvensional.

Sebagai komitmen terhadap nilai ekonomi karbon, perusahaan juga melakukan skema carbon trading dengan pembelian 1.000 kg CO₂ eq yang terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), Transformasi tersebut berdampak terhadap efisiensi operasional perusahaan dan berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca.

perusahaan turut mengintegrasikan penggunaan listrik REC dan bahan bakar biosolar B35 sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi yang lebih bersih.

*Program Sosial Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular*

Dalam memperkuat ekonomi lokal Perusahan menjalankan Program ARSARI yang mengembangkan model pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular, program ini memanfaatkan limbah kelapa yang diolah menjadi produk bernilai tambah berupa biochar dan asap cair menggunakan teknologi retort berbasis pembakaran tertutup.

Program ini memberi peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar, dimana  empat kelompok masyarakat yang ikut program ini memperoleh peningkatan pendapatan rata-rata antara Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per bulan.

Dari sisi lingkungan, inovasi ini juga memberikan dampak positif berupa penurunan emisi dari 115 ton menjadi 35 ton CO2 ekuivalen serta mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 72 hektare.

Bagi MSP, Program pemberdayaan masyarakat merupakan strategi keberlanjutan jangka panjang yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Selain memperkuat kinerja lingkungan di fasilitas pengolahan dan pemurnian, MSP juga berupaya memperluas implementasi prinsip keberlanjutan ke sektor hulu atau area pertambangan.

Menurutnya, penghargaan yang diterima perusahaan bukan semata-mata untuk memperoleh pengakuan, melainkan merupakan bagian dari komitmen moral untuk menjalankan usaha secara bertanggung jawab dan tidak mencemari lingkungan.

Integritas, kata Aryo, menjadi prinsip utama yang harus dijaga dalam setiap aktivitas operasional perusahaan. Karena itu, berbagai program lingkungan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan regulasi, tetapi juga pada penciptaan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Integrasi Bisnis, Lingkungan, dan Sosial
Raihan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER menunjukkan bagaimana MSP mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi bisnis perusahaan. Transformasi energi, efisiensi proses produksi, pengurangan emisi, perdagangan karbon, hingga program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya yang dijalankan secara berkesinambungan.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap industri ekstraktif untuk menerapkan praktik yang lebih bertanggung jawab, capaian MSP menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi penanda bahwa langkah perusahaan dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan telah mendapat pengakuan. Namun di saat yang sama, capaian tersebut juga menjadi tantangan bagi MSP untuk terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan dan memperkuat transformasi menuju operasional yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan