BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial
🕌 JADWAL SHOLAT HARI INI: Subuh 04:30 | Dzuhur 12:00 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:00 | Isya 19:15 WIB || ☀️ CUACA HARI INI: Cerah Berawan, Suhu 28°C || 💰 HARGA EMAS HARI INI: Rp 1.250.000 per gram || 🕌 JADWAL SHOLAT BESOK: Subuh 04:31 | Dzuhur 12:00 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:00 | Isya 19:16 WIB || 🌧️ CUACA BESOK: Hujan Ringan, Suhu 26°C || 💰 HARGA EMAS BESOK (PERKIRAAN): Rp 1.245.000 per gram
🏠 Berita>Update

"Kantor Radak Babel Diremismikan, Komitmen pers Berani dan Beretika Ditegaskan "

PANGKALPINANG, Sumsel Pos-
Minggu siang di Jalan Tonywen, Pangkalpinang, tak sekadar menjadi penanda peresmian sebuah kantor. 

Di balik potongan nasi tumpeng, senyum anak-anak yatim, dan jabatan tangan antarwartawan, ada cerita tentang keyakinan, keberanian, dan pilihan untuk tetap tegak lurus di tengah arus informasi yang kerap berbelok arah.

Di sanalah Kantor Radak Babel resmi berdiri.

Bagi Dodi Hendriyanto—yang lebih akrab disapa Bang Doi—hari itu bukan hanya soal papan nama dan ruangan kerja. Ia adalah titik mula sebuah perjalanan panjang: perjuangan jurnalistik yang tidak sekadar cepat, tapi juga benar.
“Hari ini sangat spesial bagi kami. Ini awal perjuangan kami sebagai jurnalis mengawal informasi yang sehat dan berpihak pada kebenaran,” ujar Bang Doi, suaranya tenang namun sarat makna.

Kantor itu, kata Bang Doi, bukan ruang eksklusif bagi wartawan semata. Pintu Radak Babel dibuka lebar untuk siapa saja—masyarakat, pencari keadilan, bahkan mereka yang ingin sekadar bertanya.
“Sejatinya kantor ini juga milik masyarakat,” tuturnya.

Kalimat sederhana, namun mencerminkan filosofi besar: pers bukan menara gading, melainkan rumah bersama.
Jurnalisme dengan Empati

Peresmian kantor Radak Babel tak diawali dengan pidato panjang atau selebrasi berlebihan. Justru, 25 anak yatim piatu dari Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Pangkalpinang menjadi bagian penting dari momen tersebut. Santunan diserahkan, doa dipanjatkan, dan tumpeng dipotong—seolah mengingatkan bahwa jurnalisme yang baik harus selalu berangkat dari empati.

Di hadapan mereka, Radak Babel menegaskan identitasnya: berani, namun tetap beretika.

Ketua Tim Radak Babel, La Ode M Murdani, menyebut bahwa berdirinya kantor ini bukan simbol fisik semata, melainkan komitmen moral.

“Pers yang sehat adalah pers yang berani, namun tetap beretika. Kritik harus disampaikan dengan data, empati, dan tanggung jawab.”

Di tengah derasnya informasi instan, Radak Babel memilih jalan yang lebih sunyi namun kokoh: jurnalisme investigatif yang tuntas, dengan prinsip cover both side, konfirmasi, dan klarifikasi yang menyeluruh.

Lahir dari Keyakinan, Dikuatkan oleh Kebersamaan

Radak Babel sejatinya telah lahir sejak 8 Desember 2025, di kawasan Tua Tunu, Pangkalpinang. Dari pertemuan sederhana itu, sebuah visi dirajut: menjadi bagian dari ekosistem media yang menjunjung tinggi kode etik, independensi, dan tanggung jawab sosial.

Kini, Radak Babel diperkuat oleh delapan orang tim inti—angka yang bukan kebetulan. Angka 8, yang menjadi filosofi gerak Radak Babel: tak terputus, saling terkait, terus berjalan, dan tak pernah padam.

Tak berjalan sendiri, Radak Babel juga terhubung dalam jejaring sepuluh media—sebuah sinergi yang diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi yang berimbang dan beretika di Bangka Belitung.

Lebih dari Sekadar Kantor
Hadirnya Kantor Radak Babel menjadi ruang tumbuh—bagi wartawan, bagi masyarakat, dan bagi jurnalisme yang jujur.

 Di sana, fakta diuji, suara rakyat didengar, dan kebenaran dijaga agar tak tenggelam oleh kepentingan sempit.

Seperti keyakinan yang terus dipegang timnya, Radak Babel percaya bahwa hakikat pers adalah keberpihakan kepada kebenaran.
Dan dari sebuah kantor sederhana di Pangkalpinang, perjuangan itu kini resmi dimulai.

( Tim )
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
SUMSELPOS
BERITA SUMATRA BAGIAN SELATAN